Woman photographing shoes for online sale in home workspace with laptop and packages.

Strategi Jualan di Marketplace untuk Pemula

Zaman sekarang, jualan online itu bukan hal baru lagi — tapi masih banyak banget orang yang bingung gimana cara jualan di marketplace biar cepat laku.

Soalnya…

….saingan udah banyak, harga bersaing, dan pembeli makin pintar milih produk.

Nah, biar kamu nggak kalah start, artikel ini bakal bahas strategi jualan di marketplace untuk pemula secara lengkap dan mudah dipahami, bahkan kalau kamu belum pernah jualan online sekalipun.

Kita akan mempelajari:

  • Persiapan toko,
  • Riset produk,
  • Optimasi tampilan,
  • Cara menarik pembeli,
  • Tips agar toko kamu naik peringkat dan laris manis.

Siap?

Apa Itu Marketplace dan Kenapa Penting?

Marketplace itu ibarat pasar digital.

Di satu tempat, banyak penjual dan pembeli berkumpul. Kalau di dunia nyata kamu kenal nama-nama kayak Tanah Abang atau Pasar Baru, maka di dunia online kamu punya “pasar” seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.

Keunggulan jualan di marketplace adalah:

  • Kamu nggak perlu bikin website sendiri, cukup buka toko digital.
  • Pembeli sudah ada dan aktif setiap hari.
  • Sistem pembayaran dan pengiriman sudah otomatis, jadi lebih praktis.
  • Ada fitur promosi internal seperti gratis ongkir, flash sale, atau iklan produk.

Intinya, kamu bisa mulai jualan dengan modal kecil tapi potensi pembelinya besar banget.

. . .

1. Tentukan Produk yang Tepat

Sebelum buka toko, kamu harus tahu dulu mau jual apa. Jangan asal pilih — karena produk yang salah bisa bikin toko sepi pembeli.

Berikut beberapa cara memilih produk untuk dijual di marketplace:

1. Pilih produk yang kamu pahami

Kalau kamu tahu kelebihan dan kekurangan produknya, kamu bisa menjawab pertanyaan pembeli dengan meyakinkan.

Misal, kamu paham dunia otomotif, jual aja aksesoris motor.

2. Cari produk yang dibutuhkan tapi belum banyak pesaing

Gunakan fitur pencarian di marketplace, lihat jumlah ulasan dan penjual. Kalau banyak yang cari tapi belum terlalu ramai penjualnya — itu peluang bagus!

3. Amati tren pasar

Cek top search atau produk terlaris di Shopee/Tokopedia. Bisa juga pakai Google Trends untuk lihat produk apa yang sedang naik daun.

4. Pertimbangkan margin keuntungan

Kadang produk yang murah laku keras, tapi untungnya tipis. Pastikan harga jual kamu tetap bisa kasih margin setelah dikurangi biaya kirim, kemasan, dan fee marketplace.

Kalau kamu sudah ada produk yang hendak dipasarkan, lanjut ke step berikutnya.

. . .

2. Buat Toko Online yang Menarik dan Profesional

Toko kamu adalah wajah brand kamu. Pembeli nggak bisa lihat kamu langsung, jadi kesan pertama dari tampilan toko itu penting banget.

Tips bikin toko yang menarik:

Gunakan nama toko yang mudah diingat dan relevan.
Misalnya “GlowSkin Official” lebih profesional daripada “Toko1234”.

Gunakan logo dan banner toko
Biar tampil kece dan lebih terpercaya oleh pelanggan.

Tulis deskripsi toko dengan jelas.
Jelaskan apa yang kamu jual, keunggulan produk, dan layanan yang kamu tawarkan.

Gunakan foto profil dan background yang rapi
Ciptakan foto sebagus mungkin, jangan asal tempel gambar.

Ini contohnya salah satu brand tas wanita:

Kalau toko kamu terlihat rapi dan niat, pembeli juga akan lebih percaya buat belanja.

. . .

3. Optimalkan Foto dan Deskripsi Produk

Ingat, pembeli di marketplace belanja pakai mata duluan. Mereka belum bisa pegang barang, jadi foto dan deskripsi produk harus meyakinkan.

Jangan asal-asalan.

Tips foto produk:

  • Gunakan pencahayaan alami agar warna produk sesuai aslinya.
  • Foto dari beberapa sudut (depan, samping, belakang, detail).
  • Gunakan background polos atau netral supaya fokus ke produknya.
  • Kalau bisa, tambahkan foto real picture dari pembeli untuk meningkatkan kepercayaan.

Tips deskripsi produk:

  • Awali dengan headline menarik, misalnya: “Kaos Distro Premium – Bahan Adem dan Nggak Mudah Kusut!”
  • Sebutkan spesifikasi lengkap (ukuran, warna, bahan, berat).
  • Jelaskan manfaat dan kelebihan produk, bukan cuma fitur.
  • Gunakan kata kunci yang relevan agar produk mudah ditemukan di pencarian marketplace.

Contoh:
Kalau kamu jual “tas wanita”, gunakan juga kata seperti “tas selempang wanita”, “tas cewek kekinian”, atau “tas fashion wanita”.

Saya menemukan contoh ini di marketplace:

contoh foto produk di marketplace

Fotonya bagus, clean dan elegan dengan background polos, disertai watermark nama toko untuk meminimalisir dicuri orang lain, ada pilihan warna, dan lainnya.

Ini bisa jadi referensi kamu.

. . .

4. Gunakan SEO Marketplace

SEO (Search Engine Optimization) bukan cuma buat Google aja — tapi juga berlaku di marketplace.

Setiap marketplace punya algoritma untuk menentukan produk mana yang muncul di hasil pencarian.

Beberapa trik SEO marketplace:

  • Gunakan kata kunci utama di judul produk.
    Contoh: “Sepatu Running Pria Ringan – Sneakers Sport Casual Terbaru”
  • Ulangi kata kunci penting di deskripsi produk (tapi jangan berlebihan).
  • Tambahkan kategori dan atribut produk yang benar.
  • Perbanyak ulasan positif, karena itu faktor besar dalam ranking produk.
  • Gunakan harga kompetitif dan update stok secara rutin.

Semakin optimal produk kamu di pencarian, semakin banyak calon pembeli yang akan melihatnya.

. . .

5. Layani Pembeli dengan Cepat dan Ramah

Kalau lagi cari barang dan ingin menanyakan sesuatu pasti langsung chat penjualnya. Rasanya ingin cepat dibalasm, kalau penjual lama balasnya, kemungkinan pindah ke toko yang lebih fast respon.

Ini juga penting…

Pembeli di marketplace suka toko yang responsif.

Tips pelayanan pelanggan:

  • Gunakan fitur auto-reply untuk menyapa pembeli.
  • Balas chat dengan bahasa sopan dan ramah.
  • Update status pengiriman segera setelah barang dikirim.
  • Tangani keluhan dengan cepat dan profesional.

Pembeli yang puas bisa kasih ulasan bintang 5, dan itu pengaruh banget ke reputasi toko kamu.

. . .

6. Gunakan Fitur Promosi Marketplace

Marketplace sudah menyediakan banyak fitur untuk bantu kamu promosi.

Gunakan sebaik mungkin:

  1. Gratis Ongkir: hampir semua pembeli suka promo ini.
  2. Flash Sale: tingkatkan exposure toko kamu dalam waktu singkat.
  3. Voucher Toko: kasih diskon kecil untuk menarik pembeli baru.
  4. Iklan Produk (Ads): bisa kamu atur biayanya, biar produk tampil di hasil pencarian atas.

Promosi internal seperti ini terbukti bisa meningkatkan penjualan secara cepat, apalagi buat toko baru.

Ini contohnya:

. . .

7. Bangun Kepercayaan dan Reputasi

Saya kalau mau beli barang di marketplace pasti melihat rating dan ulasan, apalagi star seller atau di atasnya, makin dibuat yakin beli produk di sana.

Setuju ngga?

Di marketplace, kepercayaan adalah segalanya. Pembeli lebih suka toko dengan rating tinggi dan ulasan bagus.

Beberapa cara membangun reputasi:

  • Kirim produk sesuai deskripsi.
  • Jangan kirim barang cacat atau berbeda dari foto.
  • Berikan bonus kecil (stiker, ucapan terima kasih, atau voucher toko).
  • Rajin ikut kampanye atau promo resmi dari marketplace.

Semakin bagus reputasi toko kamu, makin besar peluang kamu jadi Star Seller atau Power Merchant, yang otomatis meningkatkan visibilitas toko di pencarian.

. . .

8. Analisis dan Evaluasi

Setelah berjalan beberapa minggu, jangan lupa untuk menganalisis performa toko kamu.

Gunakan fitur analitik yang disediakan marketplace untuk lihat:

  • Produk mana yang paling laris.
  • Jam atau hari dengan penjualan terbaik.
  • Kata kunci apa yang banyak digunakan pembeli.

Dari data itu, kamu bisa atur ulang strategi: ubah foto produk, ubah harga, tambah variasi, atau fokus ke produk yang performanya paling bagus.

. . .

Tips Tambahan Supaya Penjualan Makin Laris

Bangun brand toko.
Gunakan logo, warna, dan gaya komunikasi yang konsisten.

Gunakan media sosial
Kamu bisa memanfaatkan Instagram, TikTok, dan Facebook untuk menarik trafik ke toko kamu.

Gunakan video pendek
Kalau bisa, cantumkan video pendek agar pembeli bisa lihat produk lebih jelas.

Ikuti tren pasar.
Misal: bulan Ramadan jual produk fashion muslim, bulan Desember jual hampers, dan sebagainya.

Kesimpulan

Bisnis jualan di marketplace itu nggak cuma soal upload produk dan nunggu pembeli datang. Kamu perlu strategi, konsistensi, dan pelayanan terbaik supaya toko kamu dipercaya dan disukai pembeli.

Mulailah dari langkah kecil:

  • Pilih produk yang tepat
  • Optimalkan tampilan toko
  • Pelajari SEO marketplace
  • Layani pembeli dengan sepenuh hati.

. . .

optimalkan tampilan toko, pelajari SEO marketplace, dan layani pembeli dengan sepenuh hati.
Kalau kamu konsisten, algoritma marketplace akan bantu toko kamu naik peringkat — dan penjualan pun akan datang dengan sendirinya.

Ingat, semua seller sukses di marketplace dulunya juga mulai dari nol. Yang bikin beda hanyalah niat dan ketekunan.

Jadi..

Jangan takut mulai, karena siapa tahu toko kamu bisa jadi The Next Big Brand.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top