apa-itu-investasi

Apa itu Investasi? Kenalan yuk!

Sebelum mulai, saya ingin berikan gambaran kasarnya:

Setiap Investasi membutuhkan modal, biasanya berupa uang yang cukup dan pengetahuan. Cukup disini tentu berbeda bagi setiap orang.

Jadi, fokus pertama kamu adalah bagaimana mendapatkan modal itu.

. . .

Modal pertama, yaitu uang, kamu harus mencarinya. Entah dengan bekerja, bisnis, atau meningkatkan skill, dan mulailah mengumpulkannya untuk bisa belajar investasi.

Modal kedua, pengetahuan tentang investasi, kamu bisa mendapatkannya disni, ya walau dasar-dasarnya aja.

Investasi bukan cuma tentang menumbuhkan uang, melainkan langkah penting yang dapat membantu seseorang mencapai tujuan keuangannya, baik itu untuk membeli rumah, mempersiapkan dana pendidikan, atau menikmati masa pensiun dengan nyaman.

Namun, bagi pemula, istilah “investasi” sering kali terdengar rumit dan membingungkan.

Dalam bab awal ini, kamu akan belajar mengenai:

  • Pengertian investasi
  • Perbedaannya investasi dan menabung
  • Pentinganya investasi dalam perencanaan keuangan

. . .

Mari kita bahas…

Apa Itu Investasi?

Secara sederhana,

Investasi adalah cara untuk menempatkan uang atau modal dengan harapan akan menghasilkan keuntungan di masa depan.

Ketika seseorang berinvestasi, ia sebenarnya mengharapkan nilai dari uang yang ditanamkan akan bertambah seiring berjalannya waktu.

Contoh:
Kamu membeli emas 5 gram dengan harga 2,5 juta. Lalu, kamu simpan emas itu selama 10 tahun.

Di tahun tersebut harga emas mengalami kenaikan dan kamu menjual emas yang kamu miliki. Emas kamu laku senilai 5 juta, sehingga kamu memperoleh keuntungan dari selisih harga itu sebanyak 2,5 juta.

Ini namanya Investasi Emas.

Selain emas, investasi juga dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti membeli saham, properti, atau obligasi.

Kita bahas ini di bab selanjutnya.

Lantas, apa bedanya dengan menabung?

. . .

Perbedaan Investasi dengan Tabungan

Banyak yang sering menyamakan antara investasi dan tabungan, padahal keduanya memiliki perbedaan yang mendasar:

Tabungan:

  • Merupakan cara menyimpan uang di tempat yang aman, seperti di bank.
  • Tidak berfokus pada pertumbuhan nilai uang, tetapi lebih kepada keamanan dan aksesibilitas.
  • Cocok untuk keperluan darurat atau kebutuhan jangka pendek, seperti membayar tagihan bulanan atau liburan.
  • Bunga tabungan cenderung rendah, bahkan terkadang tidak mampu mengalahkan inflasi.

Investasi:

  • Berfokus pada pertumbuhan nilai uang seiring waktu.
  • Melibatkan risiko, karena nilai investasi dapat naik atau turun.
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang, seperti pendidikan anak atau persiapan pensiun.
  • Memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan, meskipun risikonya juga lebih besar.

Sampai sini paham?

. . .

Mengapa Kita Perlu Berinvestasi?

Orang belum investasi biasanya karena dua hal:

Pertama, takut dengan resikonya

Kedua, belum tau apa itu investasi

Kamu yang mana?

Di Indonesia, baru ada 16,1 juta orang yang telah berinvestasi. Sebanyak 54,42% dari jumlah investor pasar modal adalah kalangan di bawah usia 30 tahun.

Berarti, banyak kalangan muda yang mulai melek ke dunia investasi.

. . .

Memang investasi ini terdengar seperti hal yang rumit dan berisiko.

Namun, ada beberapa alasan mengapa investasi sangat penting dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang:

1. Melawan Inflasi

Kalau kata Bang Timothy, investasi itu upaya mempertahankan value uang kita dari inflasi.

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Jika uang hanya disimpan di rekening tabungan dengan bunga rendah, nilainya bisa saja tergerus oleh inflasi.

Misalnya, jika tingkat inflasi tahunan adalah 3%, maka uang yang disimpan di bank dengan bunga 2% akan kehilangan nilai riilnya setiap tahun.

Investasi menawarkan kesempatan untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi, yang dapat membantu melawan dampak inflasi.

2. Mencapai Tujuan Keuangan

Waktu itu saya berpikir, daripada tabungan cuma mengendap, baiknya saya belikan saham biar uangnya berkembang.

Dan sampai saat ini, sebagian tabungan saya berbentuk lembaran saham.

Portofolio saham

Setiap orang memiliki tujuan keuangan, seperti membeli rumah, membiayai pendidikan anak, atau menyiapkan dana pensiun.

Dengan berinvestasi, kamu dapat mencapai tujuan tersebut lebih cepat dibandingkan hanya mengandalkan tabungan.

Misalnya, investasi di saham atau reksadana dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang, sehingga dapat membantu menumbuhkan dana untuk mencapai tujuan tersebut.

3. Pendapatan Pasif

Hal yang paling dikejar orang-orang adalah menghasilkan pasive income dari investasi.

Misalnya:

Investasi saham dapat capital gain dan dividen tiap tahun tanpa harus kerja esktra.

Bidang properti, yang dapat menghasilkan pendapatan sewa.

Beli emas, simpan beberapa tahun, lalu jual saat harganya naik.

Dan lainnya…

Pendapatan pasif ini sangat bermanfaat, terutama ketika seseorang ingin mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari pekerjaan utama atau saat sudah pensiun.

4. Mempersiapkan Masa Depan

Masa depan sering kali penuh dengan ketidakpastian.

Oleh karena itu, berinvestasi adalah salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, seperti krisis keuangan atau biaya medis yang tidak terduga.

Dengan portofolio investasi yang kuat, seseorang dapat memiliki bantalan keuangan yang cukup untuk menghadapi masa-masa sulit.


Selamat!

Kamu udah mempelajari tentang apa itu investasi, perbedaan dengan tabungan, dan peran penting investasi dalam tujuan keuangan.

. . .

Sekarang, saya mau kasih tau satu hal:

Investasi itu sangat beresiko.

Meski kelihatannya investasi bisa memberikan keuntungan, kamu juga bisa mengalami kerugian.

Karena setiap investasi memiliki resiko.

Risiko ini dapat berupa kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan.

Ini bukan menakuti, tapi berbicara fakta mengenai kondisi di lapangan.

Risiko dalam Berinvestasi

Berikut beberapa risiko yang perlu dipahami oleh pemula:

1. Risiko Pasar

Risiko pasar terjadi ketika nilai investasi turun karena perubahan kondisi pasar secara umum, seperti penurunan harga saham atau turunnya harga properti.

Contohnya salah satu saham ini:

Hari ini mengalami penurunan sebanyak 6,96%

Kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan isu-isu global seperti perang atau pandemi juga dapat mempengaruhi pasar.

2. Risiko Likuiditas

Risiko ini terkait dengan seberapa mudah seseorang dapat mengubah investasinya menjadi uang tunai.

Beberapa jenis investasi, seperti properti, memerlukan waktu yang lama untuk dijual kembali, sehingga mungkin tidak cocok untuk kebutuhan mendadak.

Pilihlah instrumen investasi yang memiliki likuiditas tinggi.

3. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko di mana pihak yang menerima investasi tidak dapat memenuhi kewajibannya, seperti perusahaan yang tidak mampu membayar dividen atau gagal membayar bunga obligasi.

. . .

Risiko dalam berinvestasi tidak bisa dihindarkan, tapi bisa kita minimalisir

Cara Mengurangi Risiko Investasi

Untuk meminimalisir risiko dalam berinvestasi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Diversifikasi

Kata Pak Lo Kheng Hong, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.

Diversifikasi adalah cara membagi investasi ke dalam berbagai jenis aset atau instrumen. Misalnya, jangan hanya berinvestasi di saham, tetapi juga pertimbangkan reksadana, obligasi, atau emas.

Dengan begitu, ketika satu investasi mengalami kerugian, ada kemungkinan investasi lain tetap menghasilkan keuntungan.

2. Mengatur Alokasi Aset

Alokasi aset adalah cara membagi proporsi investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

Misalnya, jika lebih suka keamanan, alokasikan lebih banyak dana ke obligasi atau reksadana pasar uang.

Sebaliknya, jika siap mengambil risiko, alokasikan dana lebih banyak ke saham.

3.Pelajari dan Pahami Instrumen Investasi

Sebelum menempatkan uang ke dalam instrumen investasi, penting untuk memahami cara kerjanya, potensi keuntungan, dan risikonya.

Jangan hanya mengikuti tren atau rekomendasi orang lain tanpa melakukan riset sendiri.

Kamu bisa mencari info tentang investasi yang kamu pilih lebih detail di sumber lainnya, entah YouTube atau website resmi.

. . .

Kesimpulan

Investasi adalah langkah penting untuk mengelola keuangan secara lebih cerdas dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Meskipun ada risiko dalam setiap investasi, dengan pemahaman yang baik, pengelolaan risiko yang tepat, dan penentuan tujuan yang jelas, investasi dapat menjadi alat yang efektif untuk menumbuhkan kekayaan dan melindungi nilai uang kamu.

Bab 2:
Kamu akan belajar mengenal profil risiko dan langkah menentukan tujuan investasi, agar investasi kamu lebih terarah dan meminimalisir kerugian.

Bagi pemula, kunci utamanya adalah belajar dan mulai dengan langkah kecil, sambil terus meningkatkan pengetahuan tentang dunia investasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top