
. . .
Sebelum investasi, kamu butuh tiga hal ini:
Memiliki pendapatan atau penghasilan
Tabungan atau Uang dingin
Wawasan atau Ilmu Investasi
Kenapa begitu?
Pertama, investasi itu butuh modal. Modal ini bisa kamu dapatkan dengan bekerja atau berwirausaha. Bisa juga cara lainnya yang menghasilkan uang.
Kalau belum punya pendapatan, bagaimana bisa mulai?
Kedua, sisihkan sebagian pendapatan itu untuk berinvestasi.
Pastikan dana yang kamu gunakan adalah uang dingin, uang yang tidak bakal kamu gunakan dalam waktu dekat.
Jangan gunakan uang kebutuhan sehari-hari, ini bakal merepotkan kamu nantinya.
Dan ketiga, kamu harus paham ilmunya. Itu yang akan kamu pelajari disini.
Banyak orang gagal berinvestasi karena belum cukup ilmu tapi sudah terjun ke sana. FOMO. Bukannya untung, malah buntung.
Meski dengan modal besar, tapi jika tidak dibarengi ilmu yang cukup, uang kamu bisa hilang.
Tenang…
Di sini, kita akan sama sama belajar bagaimana cara Investasi untuk pemula dari nol.
. . .
Saya kasih gambaran sedikit ya,
Investasi itu bukan tentang cara cepat menjadi kaya atau sistem pengganda uang modern.
Itu terdengar seperti investasi bodong.
Kalo kamu berpikir bisa jadi kaya lewat investasi, kamu salah tempat. Sebaiknya buang jauh-jauh ekspektasi itu.
“Tapi katanya investasi itu bisa bikin kaya, mempekerjakan uang biar menghasilkan uang lagi”
Betul.
Investasi itu bisa menumbuhkan aset, menyuruh uang kita bekerja, melawan inflasi, menabung level 2 dan sebagainya.
Kamu bisa mencapai itu tapi dengan dua hal:
Sabar dan Konsisten
. . .
Dalam bab awal ini, kamu akan belajar mengenai:
- Pengertian investasi
- Perbedaannya investasi dan menabung
- Pentinganya investasi dalam perencanaan keuangan
- Risiko Investasi
. . .
Mari kita bahas…

Apa Itu Investasi?
Secara sederhana,
Investasi adalah cara untuk menempatkan uang atau modal dengan harapan akan menghasilkan keuntungan di masa depan.
Ketika kamu berinvestasi, kamu berharap nilai dari uang yang ditanamkan akan bertambah seiring berjalannya waktu. Betul?
Contoh:
Kamu membeli emas 5 gram dengan harga 2,5 juta. Lalu, kamu simpan emas itu selama 10 tahun.
Di tahun tersebut harga emas mengalami kenaikan dan kamu menjual emas yang kamu miliki. Emas kamu laku senilai 5 juta, sehingga kamu memperoleh keuntungan dari selisih harga itu sebanyak 2,5 juta.
Ini namanya Investasi Emas.
Membeli emas sering dijadikan aset investasi yang paling aman oleh masyarakat.
Padahal, banyak instrumen investasi di Indonesia yang bisa kamu pilih, antara lain:
Saham, Properti, Kripto, Obligasi, Reksadana, Deposito.
Kita bakal bahas ini di bab selanjutnya.
. . .
Perbedaan Investasi dengan Tabungan
Banyak yang sering menyamakan antara investasi dan tabungan, padahal keduanya memiliki perbedaan yang mendasar:
Tabungan:
- Merupakan cara menyimpan uang di tempat yang aman, seperti di bank.
- Tidak berfokus pada pertumbuhan nilai uang, tetapi lebih kepada keamanan dan aksesibilitas.
- Cocok untuk keperluan darurat atau kebutuhan jangka pendek, seperti membayar tagihan bulanan atau liburan.
- Bunga tabungan cenderung rendah, bahkan terkadang tidak mampu mengalahkan inflasi.
Investasi:
- Berfokus pada pertumbuhan nilai uang seiring waktu.
- Melibatkan risiko, karena nilai investasi dapat naik atau turun.
- Cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang, seperti pendidikan anak atau persiapan pensiun.
- Memiliki potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan, meskipun risikonya juga lebih besar.
Intinya begini, kamu perlu menabung untuk hal-hal jangka pendek atau dana darurat. Sedangkan kamu berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka panjang, seperti dana pensiun, pendidikan anak, membeli rumah, dan lainnya.
. . .
Mengapa Kita Perlu Berinvestasi?
Banyak orang belum berani investasi, biasanya karena dua hal:
Pertama, takut dengan resikonya
Kedua, belum tau apa itu investasi
Kamu yang mana?
Di Indonesia, baru ada 16,1 juta orang yang telah berinvestasi. Sebanyak 54,42% dari jumlah investor pasar modal adalah kalangan di bawah usia 30 tahun.
Artinya, banyak kalangan muda yang mulai melek ke dunia investasi.
. . .
Kalo denger kata investasi itu seperti hal yang rumit dan berisiko ya.
Tapi ada beberapa alasan mengapa investasi sangat penting dalam mencapai tujuan jangka panjang:
1. Melawan Inflasi
Kalau kata Bang Timothy, investasi itu upaya mempertahankan value uang kita dari inflasi.
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu karena sebab tertentu.
Jika uang hanya disimpan di rekening tabungan dengan bunga rendah, nilainya bisa saja tergerus oleh inflasi.
Misalnya, jika tingkat inflasi tahunan adalah 3%, maka uang yang disimpan di bank dengan bunga 2% akan kehilangan nilai riilnya setiap tahun.
Investasi menawarkan kesempatan untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi, yang dapat membantu melawan dampak inflasi.
2. Mencapai Tujuan Keuangan
Waktu itu saya berpikir, daripada tabungan cuma mengendap, baiknya saya belikan saham biar uangnya berkembang.
Dan sampai saat ini, sebagian tabungan saya berbentuk lembaran saham.

Setiap orang memiliki tujuan keuangan, seperti membeli rumah, membiayai pendidikan anak, atau menyiapkan dana pensiun.
Dengan berinvestasi, kamu dapat mencapai tujuan tersebut lebih cepat dibandingkan hanya mengandalkan tabungan.
Misalnya, investasi di saham atau reksadana dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang, sehingga dapat membantu menumbuhkan dana untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Pendapatan Pasif
Hal yang paling dikejar orang-orang adalah menghasilkan pasive income dari investasi.
Misalnya:
Investasi saham dapat capital gain dan dividen tiap tahun tanpa harus kerja esktra.
Bidang properti, yang dapat menghasilkan pendapatan sewa.
Beli emas, simpan beberapa tahun, lalu jual saat harganya naik.
Dan lainnya…
Pendapatan pasif ini sangat bermanfaat, terutama ketika seseorang ingin mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari pekerjaan utama atau saat sudah pensiun.
4. Mempersiapkan Masa Depan
Masa depan sering kali penuh dengan ketidakpastian.
Oleh karena itu, berinvestasi adalah salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, seperti krisis keuangan atau biaya medis yang tidak terduga.
Dengan portofolio investasi yang kuat, seseorang dapat memiliki bantalan keuangan yang cukup untuk menghadapi masa-masa sulit.
Selamat!
Kamu udah mempelajari tentang apa itu investasi, perbedaan dengan tabungan, dan peran penting investasi dalam tujuan keuangan.
. . .
Sekarang, saya mau kasih tau satu hal:
Investasi itu sangat beresiko.
Meski kelihatannya investasi bisa kasih kamu keuntungan, tapi di lapangan kamu juga bisa mengalami kerugian.
Karena setiap investasi memiliki risiko.
Risiko ini dapat berupa kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan.
Ini bukan menakuti, tapi berbicara fakta mengenai kondisi di lapangan.

Risiko dalam Berinvestasi
Berikut beberapa risiko yang perlu dipahami oleh pemula:
1. Risiko Pasar
Risiko pasar terjadi ketika nilai investasi turun karena perubahan kondisi pasar secara umum, seperti penurunan harga saham atau turunnya harga properti.
Contohnya salah satu saham ini:

Hari ini mengalami penurunan sebanyak 6,96%
Kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan isu-isu global seperti perang atau pandemi juga dapat mempengaruhi pasar.
2. Risiko Likuiditas
Kalo ini risiko tentang seberapa mudah menjual aset investasi kamu. Bisa jadi sepi peminat.
Beberapa jenis investasi, seperti properti, memerlukan waktu yang lama untuk dijual kembali, sehingga mungkin tidak cocok untuk kebutuhan mendadak.
Pilihlah instrumen investasi yang memiliki likuiditas tinggi.
3. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana pihak yang menerima investasi tidak dapat memenuhi kewajibannya, seperti perusahaan yang tidak mampu membayar dividen atau gagal membayar bunga obligasi.
. . .
Risiko dalam berinvestasi tidak bisa dihindarkan, tapi bisa kita minimalisir
Cara Mengurangi Risiko Investasi
Untuk meminimalisir risiko dalam berinvestasi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Diversifikasi
Kata Pak Lo Kheng Hong, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.
Diversifikasi adalah cara membagi investasi ke dalam berbagai jenis aset atau instrumen. Misalnya, jangan hanya berinvestasi di saham, tetapi juga pertimbangkan reksadana, obligasi, atau emas.
Dengan begitu, ketika satu investasi mengalami kerugian, ada kemungkinan investasi lain tetap menghasilkan keuntungan.
2. Mengatur Alokasi Aset
Alokasi aset adalah cara membagi proporsi investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko.
Misalnya, jika lebih suka keamanan, alokasikan lebih banyak dana ke obligasi atau reksadana pasar uang.
Sebaliknya, jika siap mengambil risiko, alokasikan dana lebih banyak ke saham.
3. Pelajari dan Pahami Instrumen Investasi
Sebelum menempatkan uang ke dalam instrumen investasi, penting untuk memahami cara kerjanya, potensi keuntungan, dan risikonya.
Jangan hanya mengikuti tren atau rekomendasi orang lain tanpa melakukan riset sendiri.
Kamu bisa mencari info tentang investasi yang kamu pilih lebih detail di sumber lainnya, entah YouTube atau website resmi.
. . .
Kesimpulan
Saya ingetin lagi ya:
Investasi itu butuh modal. Sisihkan sebagian penghasilan kamu untuk berinvestasi. Pelajari ilmunya dan masuklah ke sana.
Investasi itu kaya terobosan untuk mengelola keuangan secara lebih cerdas dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Meskipun ada risiko dalam setiap investasi.
Tapi dengan pemahaman yang baik, pengelolaan risiko yang tepat, dan penentuan tujuan yang jelas, investasi bisa jadi alat yang efektif untuk menumbuhkan kekayaan dan melindungi nilai uang kamu.
. . .

Bab 2:
Kamu akan belajar mengenal profil risiko dan jenis-jenis investasi yang bisa kamu coba, agar investasi kamu lebih terarah dan meminimalisir kerugian.
Sudah siap?

