Cara-memulai-investasi-saham

Cara Memulai Investasi Saham untuk Pemula

Setelah memahami apa itu saham dan bagaimana pasar saham bekerja pada modul sebelumnya, langkah selanjutnya adalah mulai terjun langsung ke dunia investasi saham.

Banyak orang sebenarnya tertarik berinvestasi saham, tetapi sering kali bingung harus memulai dari mana. Ada yang mengira prosesnya rumit, membutuhkan modal besar, atau harus memiliki pengetahuan tingkat tinggi terlebih dahulu.

Dalam modul ini….

kita akan mempelajari langkah-langkah praktis untuk memulai investasi saham, mulai dari membuka akun sekuritas, melakukan deposit dana, memahami aplikasi trading, hingga melakukan transaksi saham pertama.

. . .

Investasi Saham untuk Pemula

Kamu mungkin akan bertanya:

Bagaimana cara mulai bertranksaksi saham? Apakah harus pergi ke kantor BEI dan membawa uang tunai?

Jawabannya: Tentu tidak!

Bayangkan Bursa Efek Indonesia itu adalah area pasar utama yang sangat steril. Tidak semua orang bisa sembarangan masuk ke dalam dan langsung bertransaksi dengan perusahaan di sana.

Kita perlu kartu identitas dan dompet khusus untuk bisa masuk ke sana.

Tenang, di depan pasar itu banyak stand makelar resmi yang siap membuatkannya untukmu. Kamu tinggal pilih calo kesukaan kamu dan mulai mendaftarkan diri.

Makelar atau calo ini dalam dunia nyata biasa kita sebut sebagai Broker atau Perusahaan Sekuritas!

. . .

Apa itu Perusahaan Sekuritas?

Perusahaan Sekuritas adalah perantara resmi yang sudah mengantongi izin dari pemerintah (Otoritas Jasa Keuangan atau OJK) untuk membantu kamu menyalurkan pesanan jual atau beli saham ke dalam pasar.

Sederhananya:
Investor > Sekuritas > BEI.

Broker saham ini mirip asisten belanja pribadimu. Kamu tidak perlu capek berlarian di dalam pasar; kamu cukup bilang ke asistenmu melalui aplikasi di smartphone-mu: “Tolong belikan saya saham perusahaan X ya!”, dan dalam hitungan detik, asistenmu akan menyelesaikannya.

Di Indonesia, ada banyak “asisten belanja” resmi yang bisa kamu pilih, contohnya:

  • Stockbit Sekuritas (yang aplikasinya sangat populer dan ramah untuk pemula karena punya komunitas buat diskusi)
  • Mandiri Sekuritas
  • BCA Sekuritas
  • Mirae Asset Sekuritas, dan masih banyak lagi.

Perlu diingat, setiap sekuritas memiliki fitur, keunggulan, tampilan, dan kebijakan masing-masing. Pilih yang memang cocok buat kamu.

. . .

Rekening Dana Nasabah (RDN), apa itu?

Saat kamu mendaftar di salah satu perusahaan sekuritas, kamu tidak hanya mendapatkan akun untuk login ke aplikasi belanja mereka.

Kamu juga akan dibuatkan sebuah rekening bank khusus yang dinamakan RDN (Rekening Dana Nasabah).

Biar gampang, bayangkan RDN ini seperti E-Wallet atau Dompet Digital khusus belanja di pasar saham.

  • Rekening ini tetap atas nama kamu sendiri secara sah.
  • Uang di dalam RDN tidak akan berkurang kecuali kamu menggunakannya untuk membeli saham.
  • Jika kamu menjual saham atau mendapatkan bagi hasil keuntungan (dividen), uangnya juga akan langsung masuk ke dalam dompet RDN ini.

Jadi, alur modalnya sangat aman:
Rekening Pribadimu > Dompet RDN > Belanja Saham.

. . .

Cara Mendaftar Akun Sekuritas

Duluu, kalau mau daftar jadi investor saham itu ribetnya minta ampun. Harus cetak dokumen berlembar-lembar, tanda tangan basah, dan kirim dokumen lewat pos.

Sekarang? Prosesnya sudah 100% Digital.

Gaskeun…

1. Mempersiapkan Dokumen

Secara umum, proses pembukaan akun akan memerlukan:

  • KTP (wajib)
  • NPWP (jika ada)
  • Rekening Bank Pribadi
  • Foto Selfie untuk verifikasi

Pastikan semua lengkap ya.

2. Memilih Broker atau Sekuritas

Mungkin ada puluhan sekuritas yang bisa kamu pilih, diantara yang sering digunakan pemula adalah Stockbit Sekuritas, Ajaib Sekuritas, IPOT, dan Mirae Asset Sekuritas.

Kalau saya pakai Stockbit.

Pertimbangan memilih sekuritas:

  • Biaya transaksi (fee) jual dan beli.
  • Setoran awal minimum, ada yang minimal Rp10.000 ada yang sampe jutaan.
  • Kelengkapan fitur aplikasi, ini penting.

Download aplikasinya dan instal ya.

3. Mulai Daftar Akun Sekuritas

3 langkah mudah:

Kamu tinggal mengisi formulir pendaftaran dan ikuti langkah langkahnya.

Jika merasa bingung, di bawah ini artikel resmi dari stockbit tentang alur pendaftarannya:

Daftar akun Stockbit Social

Setelah berhasil, lanjut Buka Rekening Saham:

Buka Rekening Saham (RDN)

Pendaftaran berhasil.

Sekarang, tunggu verifikasi.

Biasanya dalam waktu 1 hingga 3 hari kerja, dompet RDN kamu sudah siap dan kamu akan diberikan akses penuh untuk melihat isi pasar saham.

Proses verifikasi akun stockbit

. . .

4. Cara Deposit ke RDN

Kamu bisa deposit melalui transfer bank dan e-wallet. Prosesnya cukup cepat, 10 menit langsung masuk RDN.

Berikut cara deposit dana di Stockbit:

  1. Dari menu Portofolio, login ke akun sekuritas kamu.
  2. Klik Avatar (profil), di sebelah kiri atas aplikasi.
  3. Klik Deposit, lalu transfer saldo investasi ke RDN kamu.

. . .

. . .

Info penting:

  • Saldo RDN masuk sekitar 10 menit.
  • Deposit yang dilakukan di atas 21.00 WIB akan masuk pukup 08.0 WIB waktu berikutnya.
  • Lakukan deposit dana dengan bank yang sama dengan bank RDN untuk menghindari biaya transfer.
  • Hubungi Customer Service jika saldo RDN tidak masuk di atas 30 menit.

. . .

5. Modal Awal yang Dibutuhkan

Tidak ada aturan pasti tentang berapa besaran modal untuk investasi saham.

Karena ini tergantung kemampuan dan profil resiko masing-masing.

Kamu bisa mulai dengan:

  • Rp100.000
  • Rp500.000
  • Rp1.000.000

Bahkan beberapa saham dapat dibeli dengan modal kurang dari Rp100.000.

Murah kan?

. . .

Kesimpulan

Kamu sudah mempelajari tentang apa itu sekuritas, rekening dana nasabah, cara daftar akun sekuritas, sampai deposit dana.

Perlu diingat,

Untuk bisa bertransaksi di pasar saham, kamu wajib punya Akun Sekuritas sebagai perantara dan RDN sebagai dompet digital khusus belanja saham.

Proses daftarnya gratis, aman karena diawasi pemerintah, dan bisa dilakukan secara online lewat HP.

Setelah ini, kita akan mengenal lebih dekat aplikasi saham (sekuritas)

Modul selanjutnya, kita akan melihat lebih dalam aplikasi Stockbit, cara membeli dan menjual saham, mengenal bid dan offer, jenis order, dan jam perdagangan saham.

Jika ada yang belum dipahami terkait modul 2 ini silakan tanyakan di kolom komentar ya 🙂

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top