Cara Memulai Investasi Deposito dari Nol untuk Pemula

. . .

Kalo lagi bahas soal keuangan, pasti kamu sering denger soal deposito.

Kata orang orang, deposito ini salah satu investasi yang paling aman.

Banyak juga orangtua yang lebih pilih simpan uang dalam bentuk deposito dibandingkan investasi lain seperti saham atau reksadana.

Emang iya begitu?

Kalo dilihat sekilas, deposito ini mirip-mirip dengan tabungan karena sama-sama disimpan di bank.

Tapi nyatanya,

kedua hal ini memiliki tujuan, cara kerja, dan potensi keuntungan yang berbeda.

. . .

Dalam bagian ini, kamu akan belajar tentang:

  • Kenalan dengan Deposito
  • Tujuan menyimpan uang di Deposito
  • Cara kerja Deposito
  • Jenis-jenis Deposito
  • Perbedaan Deposito dengan Tabungan dan Obligasi.

Hal yang menarik nih…

Deposito itu salah satu instrumen investasi yang gampang banget dipahami.

Kamu ngga perlu: memantau grafik harga setiap hari, ngga perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan, dan ngga perlu khawatir dengan fluktuasi pasar yang tajam seperti pada saham atau aset kripto.

Cukup simpan uang dan duduk manis menunggu jatuh tempo.

Tapi inget ya,
selalu ada risiko dalam setiap investasi.

. . .

Apa Itu Deposito?

Deposito adalah produk simpanan di bank yang mengharuskan nasabah menyimpan sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu, dengan imbal hasil berupa bunga yang biasanya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Nah….

Beda dengan tabungan yang bisa diambil kapan saja melalui ATM atau mobile banking, uang dalam deposito tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa konsekuensi tertentu.

Sederhananya, ketika Anda membuka deposito, Anda seperti membuat perjanjian dengan bank.

“Saya bersedia menyimpan uang ini selama 3, 6, atau 12 bulan. Tapi janji ya kamu (bank) bakal kasih bunga ke saya lebih tinggi.”

Begitu kira-kira.

Semakin lama uang disimpan, biasanya semakin besar pula kesempatan mendapatkan bunga yang menarik, meskipun besarnya bunga tetap mengikuti kebijakan masing-masing bank.

. .

Mengapa Bank Mau Memberikan Bunga?

Bank itu ngga cuma simpan uang kamu di brankas.

Dana yang terkumpul dari para nasabah akan dikelola, misalnya dengan menyalurkan kredit kepada individu maupun pelaku usaha.

Dari situlah, bank memperoleh pendapatan.

Sebagian keuntungannya bakal dibagikan kepada nasabah dalam bentuk bunga deposito.

Keren kan?

Seperti hubungan mutualisme, bank memperoleh dana buat jalanin bisnis, kamu sebagai nasabah dapet bunga.

. . .

Bagaimana Cara Kerja Deposito?

Oke, kita mulai praktek bagaimana memulai deposito untuk pemula

Sebenarnya, mekanismenya cukup sederhana.

1. Menentukan Nominal Setoran

Langkah pertama, kamu punya uang berapa? Berapa nominal dana yang siap kamu setorkan?

Setiap bank memiliki ketentuan minimal setoran awal.

Misalnya:

Rp1 juta, Rp5 juta, Rp10 juta, atau lebih, tergantung kebijakan bank.

Semakin besar dana yang disimpan, semakin besar pula bunga yang akan diterima kamu.

2. Memilih Jangka Waktu

Selanjutnya, kamu pilih tenor atau jangka waktu deposito.

Pilihan yang umum tersedia antara lain:

1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan

Ingat ya, dana kamu akan dikunci selama periode kesepakatan, dan tidak bisa ditarik selama penguncian.

3. Bank Menyimpan Dana Anda

Setelah deposito aktif, bank akan mencatat dana tersebut sebagai simpanan berjangka.

Kamu tetap dapat melihat informasi deposito melalui layanan perbankan, tetapi dana tersebut ngga bisa digunakan untuk transaksi harian seperti tabungan biasa.

4. Mendapatkan Bunga

Selama dana disimpan, bank memberikan bunga sesuai tingkat suku bunga yang disepakati saat pembukaan deposito.

Bunga dapat dibayarkan dengan beberapa cara, tergantung produk yang dipilih, misalnya:

  • Dibayarkan setiap bulan ke rekening.
  • Ditambahkan ke pokok deposito.
  • Dibayarkan saat jatuh tempo.

Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri yang akan kita bahas pada bagian selanjutnya.

5. Jatuh Tempo

Ketika jangka waktu berakhir, kamu punya dua pilihan:

Mencairkan Deposito

Dana pokok beserta bunga dapat ditarik dan digunakan sesuai kebutuhan.

Memperpanjang Deposito

Jika belum membutuhkan uang tersebut, kamu bisa memperpanjang deposito dengan tenor baru.

Banyak bank menyediakan fitur Automatic Roll Over (ARO), yaitu perpanjangan otomatis saat deposito jatuh tempo.

Fitur ini cocok bagi nasabah yang ingin terus berinvestasi tanpa harus membuka deposito baru secara manual.

. . .

Jenis-Jenis Deposito

Meskipun sama-sama disebut deposito, ternyata ada beberapa jenis yang memiliki karakteristik berbeda.

Memahami perbedaannya bakal bantu kamu memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.

1. Deposito Berjangka

Ini adalah jenis deposito yang paling populer.

Ciri-cirinya:

  • Memiliki jangka waktu tertentu.
  • Bunga tetap selama tenor.
  • Dana baru bisa dicairkan saat jatuh tempo.
  • Bisa diperpanjang secara otomatis menggunakan fasilitas ARO.

Jenis ini paling banyak digunakan oleh masyarakat karena sederhana dan mudah dipahami.

2. Sertifikat Deposito

Berbeda dengan deposito berjangka, sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat yang dapat dipindahtangankan kepada pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Produk ini umumnya lebih sering dimanfaatkan oleh pelaku usaha atau investor tertentu dibanding masyarakat umum.

3. Deposito On Call

Deposito on call merupakan deposito dengan jangka waktu yang sangat pendek, biasanya hanya beberapa hari hingga kurang dari satu bulan.

Karakteristiknya:

  • Nominal simpanan umumnya lebih besar.
  • Jangka waktu singkat.
  • Tingkat bunga biasanya dinegosiasikan antara nasabah dan bank.

Produk ini lebih banyak digunakan oleh perusahaan atau nasabah yang memiliki dana dalam jumlah besar dan ingin menyimpannya untuk sementara waktu.

. . .

Demikian pembahasan mengenai cara memulai deposito untuk pemula.

Setiap investasi selalu punya risiko.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top